Politisi Partai Golkar Mengecam Keras Tindakan Amerika Terhadap Yerusalem

Nurul Arifin 2

Pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem memicu pertentangan dan komentar dari banyak pihak. Salah satunya dari politisi perempuan Partai Golkar, Nurul Arifin. Menurut Nurul Arifin yang juga menjadi Calon Walikota Bandung dari Partai Golkar ini, keputusan yang diambil Presiden Amerika Serikat itu adalah tindakan bodoh dan sewenang-wenang.

“Keputusan gegabah Trump bisa dikatakan bodoh dan telah melukai banyak perasaan umat Islam. Sejarah, yang mestinya dihargai tapi oleh trump dilecehkan, dan itu menjadi preseden buruk terhadap perdamaian yang terus dan sedang diusahakan dunia,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat.

Menurut Nurul Arifin, Yerusalem adalah kota suci milik peradaban dunia, bukan cuma milik Israel. Diketahui pula jika Yerusalem memiliki 3 bangunan suci milik 3 agama yang berbeda, atas sebab itu keberadaan Yerusalem menjadi hal yang krusial pada pergaulan Internasional. Sebagai presiden dari negara demokrasi, kata Nurul Arifin, Trump justru telah mencederai nilai-nilai demokrasi yang telah kita pahami selama ini.

“Keputusan kontroversial yang tidak menghargai nilai-nilai demokrasi. Trump menjadi anti tesis dari negara adi kuasa dan dianggap sebagai suhu dari negara demokratis itu,” ujarnya.

Nurul Arifin juga mendukung langkah strategis Presiden Jokowi, beserta jajaran pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan upaya perdamaian di Timur Tengah. Menurutnya, sekarang ini, Palestina dan Israel membutuhkan sebuah solusi perdamaian bukan sebuah provokatif yang justru makin membuat keadaan makin kacau. Di tengah kebutuhan itu, Trump disebutnya malah mengganggu upaya perdamaian.

“Bahwa seharusnya Amerika Serikat menjadi penjaga perdamaian, bukan malah menjadi negara yang memulai konflik baru di tengah kondisi yang sudah cukup kondusif dan terjaga pada saat ini,” kata Nurul Arifin.

Setelah pengakuan sepihak dari Trump atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel, Presiden Jokowi mengutuk pengakuan itu. Ia mengatakan Amerika Serikat melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Presiden Jokowi juga dikatakan akan menggalang kekuatan internasional untuk bersikap terhadap kebijakan Presiden Donald Trump kepada Palestina dan Yerusalem.