Prabowo Tiru Strategi Donald Trump? Ace Hasan: Pola Itu Timbulkan Banyak Mudharat

Politisi Golkar Ace Hasan Syadzily menyoroti tanggapan sejumlah pengamat politik terkait Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang dinilai cenderung menggunakan pola yang sama dengan apa yang dilakukan Presiden Amerika Donald Trump pada Pilpres 2016 lalu.

Strategi yang dilakukan untuk menarik dukungan publik melalui pesimisme mengenai situasi di Indonesia.

Menurut Ace, pola yang dilakukan Trump merupakan cara yang salah lantaran akan menimbulkan banyak mudharat atau kerugian bagi Indonesia.

“Pola seperti itu justru menimbulkan banyak mudharatnya bagi bangsa kita,” ujar Ace, dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, Rabu (4/4/2018).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu pun menegaskan bahwa cara yang digunakan Trump dalam menarik dukungan publik Amerika saat itu tidak cocok dengan masyarakat Indonesia.

Selan itu Ace menekankan pola tersebut akan merusak tatanan bangsa. “Cara-cara Trump bukan saja sangat tidak cocok dengan masyarakat kita, juga lebih dari itu, merusak tatanan kebangsaan kita,” tegas Ace.

Sebelumnya, sejumlah pengamat politik mengkritisi pola yang tengah dilakukan Prabowo yang cenderung mirip dengan apa yang dilakukan Trump pada pilpres 2016.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari yang menilai mantan rival Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu tengah menggunakan pola yang pernah dilakukan Trump dalam pilpres Amerika.

“Beliau punya sebuah strategi membangun ketakutan, pesimisme mengenai situasi dan kondisi Indonesia pada hari ini maupun di masa yang akan datang,” kata Qodari.

Sedangkan pengamat politik lainnya, yakni Airlangga Pribadi Kusman mengatakan Trump hanya melakukan apa yang menjadi kepentingan dirinya dan kroni-kroninya.

Bukan kepentingan kalangan bawah, apalagi kaum imigran.

“Sementara konsepsi nasionalisme Trump bukan melayani kepentingan masyarakat bawah, tapi sebenarnya lebih mengakomodasi kepentingan kelompok-kelompok elite, dan tentunya kroni-kroni Trump,” tegas Airlangga.

Pola kepemimpinan seperti itulah yang dikhawatirkan akan ditiru Prabowo dalam memainkan strategi di tanah air.

Namun ia menilai pola Trump tidak akan mendapatkan tempat jika dimainkan di sini.

“Mengingat bahwa dalam pilpres 2014 sentimen pembelahan sosial dan wacana model nasionalisme Soeharto menjadi isu utama, itu kan tidak dapat ruang, Prabowo pun akhirnya kalah dari Joko Widodo,” kata Airlangga.

 

 

Sumber : tribunnews.com