Rekomendasi Golkar Diperebutkan Secara Ketat di Pilwakot Cirebon

Golkar

Dua bulan menjelang masa pendaftaran calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Cirebon, persaingan untuk mendapatkan rekomendasi calon wali kota/wakil wali kota dari Partai Golkar semakin memanas. Dari sejumlah nama yang mendaftar lewat pertai beringin ini, kini terdapat dua kandidat calon, yakni Brigjen Siswandi dan Effendi Edo bersaing ketat untuk bisa diusung Partai Golkar.

Dari informasi yang diperoleh, nama Brigjen Siswandi belakang makin menguat menjadi salah satu kandidat paling berpeluang untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar untuk hadapi Pilwakot Cirebon 2018. Tidak tanggung-tanggung, mantan Kapolres Kota Cirebon tersebut didaulat untuk menjadi calon Walikota Cirebon (E1) dari Partai Golkar.

Bahkan jika sebelumnya DPD Partai Golkar Cirebon terkesan kurang memiliki kepercayaan diri untuk bisa mengusung satu paket di pilkada nanti, kini justru mereka bersiap-siap untuk mencari calon wakil walikota pendamping Siswandi. Apalagi, pria yang dikenal merupakan tokoh BNN ini dikabarkan telah mendapat dukungan dari seluruh pengurus kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kota Cirebon.

Bukan hanya itu, langkah Brigjen Siswandi untuk maju di Pilkada mendatang juga telah mendapat dukungan penuh dari DPD Golkar Kota Cirebon. Hal ini pun makin memantapkan Siswandi untuk bisa bersaing dengan kandidat calon dari partai lainnya.

“Dibalik nama Brigjen Siswandi, salah satu kandidat yang cukup santer akan dipasangkan dengan Pak Sis adalah Bunda Fifi dari Partai Amanat Nasional (PAN). Tapi informasinya ada sedikit ganjalan kalau yang bersangkutan memiliki sedikit hambatan administrasi di partai pengusung. Itu sempat diakui Ketua PAN Kota Cirebon, Dani Mardani. Antara Bunda Fifi dengan Pak Dani sekarang sudah tidak ada masalah, mereka sudah membuka komunikasi kembali,” menurut sumber di lingkaran Partai Golkar yang tidak ingin namanya disebut.

Sementara itu, sebelumnya kandidat lain dari Partai Golkar, Effendi Edo menyebutkan, dari tiga nama yang diusulkan DPD Golkar Jabar ke DPP Golkar hanya tiga nama. Masing-masing dirinya, Ketua DPD Golkar Kota Cirebon Toto Sunanto dan Ketua Bappilu Golkar Lili Eliyah.

Saat ini kekuatan Edo untuk menjadi kandidat calon yang layak diperhitungkan dengan munculnya dukungan Tim Pro Perubahan, kelompok pendukung Alm Ano Sutrisno pada pilkada sebelumnya. Bahkan beberapa waktu lalu, dukungan kepadanya juga datang dari PPP. Hal ini berpotensi juga kepada koalisi yang akan berhimpun untuk Pilwakot Cirebon, antara Golkar dengan PPP.

“Masa iya kemudian ada calon lain (Brigjen Siswandi) yang tiba-tiba menyodok dari tiga nama yang sudah diusulkan,” kata Effendi Edo.

Terpisah, ketika dimintai tenaggapannya perihal dinamika politik di internal Partai Golkar, Ketua Bappilu Lili Eliyah, mengungkapkan, merupakan hal yang lumrah pada saat menjelang pilkada seperti sekarang. Baginya siapa pun yang nanti bakal mendapat rekomendasi, itulah yang akan didukung total partai untuk memenangkannya.

“Apalagi Golkar sudah bulat untuk menargetkan posisi walikota pada pilkada nanti,” ujarnya singkat.

Untuk masalah perebutan rekomendasi pastinya Golkar sudah memiliki pertimbangan tersendiri mengenai siapa yang akan diusung pada setiap gelaran Pilkada maupun Pemilu lainnya. Termasuk bagaimana hasil survey para calon tersebut, jika popularitas dan elektabilitasnya tinggi maka potensi akan diberikan rekomendasi tersebut.