Rektor Untirta Apresiasi Langkah Bupati Serang Asal Golkar Relokasi Sekolah

Ratu Tatu Chasanah

Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, Prof. DR. Soleh Hidayat M.Pd mengapresiasi langkah Bupati Serang sekaligus Ketua DPD 1 Partai Golkar Banten, Hj. Ratu Tatu Chasanah dalam merampungkan relokasi SD Sadah di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, karena  terdampak pembangunan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pespemkab) Serang.

“Saya kebetulan diajak oleh Gubernur Sidak ke SD Sadah. Justru, saya mengapresiasi langkah bupati Serang yang ingin merelokasi SD Sadah jauh sebelum kunjungan pak Gubernur ke SD itu,” ujar Soleh.

Namun menurut Soleh, kendala ketika Pemkab Serang membayar harga lahan sesuai dengan penilaian tim appraisal, pemilik lahan menolak dan menawarkan harga dua kali lipat di atas harga penilaian appraisal, sehingga pembangunan SD Sadah untuk sementara waktu dibatalkan dan siswa untuk sementara waktu pula menumpang di madrasah.

Rektor Untirta itu menyebutkan, video viral mengenai curhatan siswa SD di youtube dan medsos diduga rekayasa, karena terlihat di samping siswa itu terdapat tiga orang dewasa. Maka bisa saja siswa tersebut diintervensi, diintimidasi ataupun disuruh oleh orang yang mengerti persoalan ini secara lebih mendalam.

”Saya tidak su’udzon atau curiga, namun saya menilai ada yang menggerakan murid SD itu saat terjadinya pengambilan gambar,” dia menjelaskan.

Bupati Serang Hj Ratu Tatu Chasanah juga mengakui perihal masalah tersebut, menurutnya ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab merancang skenario untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya ketika ada kunjungan Gubernur Banten, Wahidin Halim, ke sekolah SD Sadah, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas.

Apalagi menurut ketua DPD Golkar Banten ini, murid SD Sadah dan orangtua murid yang datang ke pendopo hari ini juga diorganisir, seolah-olah Bupati yang meminta mereka datang ke pendopo untuk diintrograsi.

“Padahal,yang minta ketemu itu adalah masyarakat. Awalnya saya tolak, karena jadwal hari ini (Senin), sangat padat dan sore saya sudah harus ke airport berangkat ke Yogyakarta,” terang Tatu menjelaskan permasalahan yang ada.