Saatnya Pimpinan Parpol menjadi Negarawan 

Para elit partai politik diminta tidak bersikap pragmatis dengan memaksakan kehendak mencalonkan diri sebagai calon Presiden di Pilpres 2019

Terlebih dari sisi popularitas dan elektabilitas jauh dari harapan memenangi kontestasi merebut kursi RI 1.

“Apalagi yang sudah berkali kali ikut berkontestasi. Sudah selayaknya para pimpinan parpol menjadi Negarawan dengan kemampuannya memunculkan dan memajukan calon calon pemimpin zaman now,” kata Indra Triaputra Ketua Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar di Jakarta, Kamis (1/3).

Berkaca dari hal tersebut, sudah sepatutnya para elit khususnya ketua umum partai politik tidak lagi menonjolkan syahwat politiknya.

“Dapat kita lihat fenomena di berbagai Negara yang mana proses demokrasinya mampu menghasilkan regenerasi kepemimpinan karena ada kedewasaan dan kebijaksanaan dari para ketum Parpol,” ujar dia.

Ia pun mengapresiasi sejumlah elit politik di dalam negeri yang lebih memilih figur lainya sebagai Calon Presiden karena memang diinginkan oleh publik.

“Di dalam Negeri sendiri pun fenomena ini mulai terjadi untuk pilpres mendatang, dimulai dari Ketua Umum Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto, diikuti oleh Pak Surya Paloh, Pak OSO, hingga Ibu Megawati yang sudah mendeklarasikan Pak Jokowi sebagai Calon Presiden periode mendatang. Tidak lagi ketua umum parpol bersikukuh menduduki pucuk partai, semata mata hanya untuk mendapatkan tiket sebagai calon Presiden,” kata Indra seraya menambahkan sikap kenegarawanan yang ditujukkan para ketum parpol itu harus mendapat apresiasi dan merupakan sinya positif dalam regenerasi kepemimpinan nasional.