Sambil Di Gendong Dedi Mulyadi, Dede Pengemis Jalanan Bekasi Curhat

Sosok Dede (35) menarik perhatian calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedi Mulyadi. Saat melihat sosok yang menengadahkan tangan di pinggir jalan di Bekasi, Dedi Mulyadi meminta sopir pribadinya untuk menghentikan mobil.

Peristiwa tersebut terjadi saat pria yang lekat dengan iket kepala Sunda berwarna putih itu, menyusuri jalanan di Desa Bojong Sari Kabupaten Bekasi, Selasa, 6 Maret 2018.

Sosok yang kurang sempurna secara fisik tersebut sempat membuat Dedi Mulyadi tertegun. Ia mendekati Dede yang awalnya tampak malu-malu saat ditemui.

Berkat candaan santai yang diungkapkan Dedi Mulyadi, Dede akhirnya bersedia untuk menceritakan kisah hidupnya sehari-hari. Dia mengaku sangat ingin menjalani hidup normal dan memiliki usaha sendiri seperti orang lain.

“Kalau hasil dari minta-minta itu kadang dapat Rp 20 ribu, kadang Rp 50 ribu. Sebagian saya tabung di tetangga, sebagian saya pakai buat makan sehari-hari bersama bapak di rumah. Saya inginnya sih hidup normal Pak, terus punya usaha sendiri, warung kecil seperti yang lain,” dia mengungkapkan.

Obrolan tersebut berakhir dengan ajakan Dedi Mulyadi untuk bersilaturahmi langsung ke rumah Dede. Melihat kondisi Dede yang berjalan agak lambat karena keterbatasan fisik, membersitkan keinginan Dedi untuk menggendong Dede.

“Hayu digandong meh tereh nepi (ayo digendong biar cepat sampai),” kata Dedi.

Raut bahagia tampak jelas terlihat di wajah Dede, saat dia digendong oleh Dedi Mulyadi yang selama 20 tahun mengabdikan diri di Purwakarta tersebut.

Sampai di rumah, ayah Dede, Ombeng (68) menuturkan, dia sebenarnya tidak tega melihat anaknya mengemis di pinggir jalan. Tetapi, tidak ada ikhtiar lain yang dapat dilakoni oleh dia dan anaknya. Ombeng sendiri sudah renta dan sakit-sakitan sehingga tidak mampu bekerja.

“Takut celaka, terlindas mobil atau kecelakaan sebenarnya Pak. Ditambah, penilaian orang terhadap pengemis itu kan selalu miring ya Pak. Tapi, mau bagaimana lagi, saya sendiri sudah tidak bisa bekerja,” tuturnya.

Keluhan tersebut menjadikan pria yang dikenal responsif terhadap aduan warga itu terenyuh. Dedi mengaku ingin sekali membantu mewujudkan mimpi Dede untuk membuka usaha warung kecil.

Akan tetapi, peraturan perundangan mengharuskan Dedi Mulyadi tidak memberikan apapun kepada warga selama masa kampanye.

“Saya sebenarnya ingin sekali membantu, tapi undang-undang melarang. Tapi, kita cari solusi sama-sama agar Bapak dan Dede punya penghasilan tetap tanpa harus mengemis,” ucap Dedi.

Sumber : pilkada.liputan6.com