Sekjen SEMA Paramadina Inisiasi Pembuatan Kampung Nusantara di Pangandaran

 

 

Pangandaran, Baladsiliwangi.com – Upaya  Universitas  Paramadina  dalam  bersinergi  dengan  Lingkungan   Masyarakat  di Daerah  Kini  semakin  memberikan  kontribusi  yang  nyata  disaat  minimnya  program  program  Tri Darma  Pendidikan  kalangan Dunia  Kampus,  menjawab  tantangan  ini  dengan  Program  “ Bhakti  Karya  Paramadina  2018 “, Serikat  Mahasiswa  ( SEMA )  Unuversitas  Paramadina  menginisiasi  kegiatan  Berbakti  sekaligus  belajar  di tengah  tengah  Masyarakat.

Dalam Program  yang  diselenggarakan  selama  delapan  hari  di  Kampung  Cikubang  Desa  Cinta  Karya, Kabupaten  Pangandaran , dari tanggal 11 sampai 18 februari  ini,  telah menghasilkan  beberapa  program  lanjutan  selain  pengetahuan  dari  masyarakat  Desa  Cinta  Karya  maupun  para  Mahasiswa  yang banyak  mengambil  manfaat  dari  pergumulannya dengan Lingkungan disana, dari  belajar  menanam  Sayuran, Pengenalan  bibit Unggul Pertanian, budi daya  agrobisnis, sampai berkenalan dengan tata cara pranata social Masyarakat disana.

Di  dua  hari  terakhir  programnya  di  Kampung  Cikubang  Pangandaran,  SEMA  Paramadina  dengan sebuah  Komunitas  Belajar,  yaitu  Komunitas  Belajar  SABALAD  menginisiasi  sebuah  Program  yang dinamakan  “ Kampung Nusantara “.  Adanya  ide atau  gagasan  sebuah  Kampung  yang  dinamakan Kampung  Nusantara  ini  tidak  lebih  sebagai  prawacana  dari  Teman  teman  Paramadina  dan  juga Komunitas  Sabalad.

Ditemui  dalam  kesempatan  penandatangan  dan  peresmian  Kampung  Nusantara, minggu ( 18/2/18) Sekretaris Jenderal  ( Sekjen ) Sema  Paramadina  Raisus  Zaman mengatakan, “ Ini  sebagai  momentum  bagi  kawan  kawan  Mahasiswa  Kampus  lainnya  untuk  bisa  mengikuti  atau  mencontoh  apa  yang  sudah  Serikat  Mahasiswa  Paramadina  kerjakan, dan  lewat  aksi  nyata  dalam  Masyarakat  langsung seperti  ini bahwasannya Mahasiswa  sebagai  agen perubahan  bukan  lagi imajinasi  tapi  bisa juga  dilaksanakan.” Imbuh Raisus  Zaman.

“ Kita  sebagai  Agen  Perubahan  dituntut  harus  melakukan  kerja  yang  nyata  ditengah  tengah  Masyarakat, bukannya  Kita  mau  pamer  kepada  Masyarakat  di  Daerah  apalagi  berekreasi  mengisi  waktu  luang kosong  perkuliahan, ini  adalah tanggapan dari  Kami  yang  secara  kewajiban  serta  pengababdian  untuk  Masyarakat dan Lingkungannya.” Lanjut  Raisus Zaman
Sementara  kalangan Musyawarah  Pimpinan Daerah ( Muspida )  Kabupaten  Pangandaraan  tampak  menghadiri  prosesi  peluncuran  Kampung  Nusantara ini, selain anggota  dan  Teman teman  dari Komunitas Belajar  Sabalad  yang  pada  hampir  diwaktu  yang bersmaan habis  melakukan  acara  Ulang  tahunnya  ke Lima. (Knd)