Semakin Meruncing Perebutan SK Golkar Untuk Cabup Ciamis

Agun Gunanjar Golkar

Pernyataan Koordinator DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu (PP) Jawa I, Agun Gunandjar Sudarsa, mengenai surat keputusan (SK) DPP Partai Golkar nomor 1297/G/IX/2017 tentang penetapan Iing Syam Arifin sebagai calon bupati Ciamis belum final dan masih ada peluang untuk dicabut. Lantas digantikan dengan penetapan Herdiat yang sebelumnya menjadi pesaing Iing Syam Arifin pada pleno DPD Golkar Ciamis, mulai menuai reaksi dari fungsionaris DPD Partai Golkar Ciamis yang berada di kubu Iing Syam Arifin.

Fungsionaris DPD Partai Golkar Kabupaten Ciamis yang juga pendukung Iing Syam Arifin, Kuncoro Jati Suroso, mengatakan, tidak tepat Agun Gunandjar Sudarsa mengeluarkan pernyataan tersebut kepada media. Pasalnya, tambah dia, saat ini di internal Partai Golkar Ciamis tengah melakukan konsolidasi setelah sebelumnya terjadi dinamika dalam proses penjaringan calon bupati. Pernyataan Kuncoro Jati Suroso ini merupakan pernyataan yang tidak mewakili DPD Golkar Ciamis secara kelembagaan.

“Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa akibat dari persaingan antara Pak Iing Syam Arifin dengan Pak Herdiat dalam memperebutkan rekomendasi Partai Golkar sudah menimbulkan friksi yang bahkan berujung pada konflik di internal Partai Golkar Ciamis. Nah, sekarang kita tengah melakukan konsolidasi untuk menghentikan friksi yang selama beberapa bulan ini mengurus energi kader Golkar Ciamis,” ujarnya.

Menurut Kuncoro, pernyataan Agun Gunandjar Sudarsa tersebut yang dimuat di beberapa media masa, kini telah memicu kembali kegaduhan di internal Partai Golkar Ciamis. “Dengan kerendahan hati, saya sebagai kader Golkar meminta kepada Pak Agun Gunandjar Sudarsa, agar bersikap bijak dan jangan membuat gaduh dengan mengeluarkan pernyataan di media,” katanya. Padahal hal ini adalah lumrah adanya, pasalnya Agun Gunandjar Sudarsa memiliki kewenangan untuk berbicara masalah tersebut.

Kuncoro mengatakan, memang benar apa yang diungkapkan oleh Agun Gunandjar Sudarsa bahwa rekomendasi pengusungan calon bupati Ciamis saat ini masih berproses di DPP Partai Golkar. Namun, lanjut dia, terkait penetapan calon bupati yang diusung Partai Golkar di Pilkada Ciamis sudah final dengan menetapkan Iing Syam Arifin. Hal itu tertuang dalam surat keputusan DPP Partai Golkar no 1297/G/IX/2017.

“Yang masih berproses itu terkait keputusan dalam bentuk pasangan calon. Memang itu belum keluar dari DPP. Tetapi penetapan calon bupatinya sudah final. Karena dalam surat keputusan DPP Partai Golkar no 1297/G/IX/2017 tertulis jelas bahwa menetapkan Iing Syam Arifin sebagai calon bupati,” tegasnya.

Terlebih, kata Kuncoro, surat keputusan DPP Partai Golkar no 1297/G/IX/2017 ditandatangani langsung oleh Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid dan Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham. “Jadi, surat keputusan itu resmi dan ditandatangani oleh orang yang secara hukum sah untuk menandatangani sebuah rekomendasi partai politik. Dengan begitu, surat keputusan tersebut sudah bersifat final dan mengikat,” ungkapnya.

Kuncoro juga menegaskan bahwa yang memutuskan rekomendasi pengusungan pasangan calon bupati-wakil bupati merupakan otoritas penuh dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ketua Harian DPP Partai Golkar dan Sekjen DPP Partai Golkar. “Selain yang berbicaranya Pak Setnov, Pak Nurdin Halid dan Pak Idrus Marham, kayanya tak usah didengarkan. Karena untuk urusan rekomendasi keputusannya ada di tiga orang tersebut,” katanya.

Hal ini sebenarnya cukup memprihatinkan. Pasalnya dalam statement sebelumnya, Kang Agun Gunandjar menjelaskan jika SK mengenai rekomendasi Cabup Ciamis tersebut belum final dan masih dapat dicabut keberadaannya.

Mengenai polemik pencabutan SK rekomendasi bukan hal baru bagi partai berlambang beringin ini. Beberapa hari lalu bahkan DPD 1 Golkar Banten mencabut surat rekomendasi terhadap Calon Walikota Tangerang, Sachrudin. Pasalnya Sachrudin dianggap lamban dalam merespon perintah DPP dan DPD 1 dalam menjalin koalisi. Atas sebab itu kemungkinan dicabutnya SK rekomendasi Cabup Ciamis pun masih terbuka lebar.