Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina Membuat Laboratorium Kebudayaan Di Pangandaran

Pangandaran- Kelas multikultural yang digagas oleh SMK Bakti Karya di Dusun Cikubang, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, menjadi laboratorium praktik bagi empat puluh mahasiswa Universitas Paramadina Jakarta yang sedang melakukan pelatihan kepemimpinan dan pengabdian dengan Masyarakat Desa diana. Di dusun tersebut, Universitas Paramadina menggagas proyek Kampung Nusantara.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai Sabtu (10/2/18) hingga hari minggu (18/2/18) tersebut, menjadikan SMK Bakti Karya dan lingkungan Dusun Cikubang menjadi ruang pelatihan kepemimpinan para pemimpin organisasi mahasiswa Universitas Paramadina. Proyek Kampung Nusantara merupakan respons Universitas Paramadina terhadap program Kelas Multikulutral yang digagas SMK Bakti Karya.

“Ini sebenarnya pelatihan jenjang tiga, yang mana ini diadakan bagi mereka  para pemimpin organisasi mahasiswa yang sudah melakukan kaderisasi di Kampus Paramadina untuk melaksanakan tridarma Pendidikan Perguruan Tinggi yang langsung memberikan pengalaman berbagi dinatara Mahasiswa dan Masyrakat di Lapangan,” ujar Ketua Pelaksana Kegiatan Insan Kamil di lokasi kegiatan.

Para pemimpin organisasi mahasiswa yang berkegiatan dalam lingkup Universitas Paramadina ini terdiri dari Ketua pengurus Unit kegiatan Mahsiswa (UKM), Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) masing masing jurusan, dan Anggota Dewan dari Serikat Mahasiwa (SEMA) Univeristas Paramadina. Kurang lebih Mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berjumlah 40 orang. Lanjut Insan

Kegiatan bertema Bakti Dharma Paramadina di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat ini, ucap Insan, adalah yang ketiga kali, setelah sebelumnya terlaksana di Provinsi Kalimantan Utara dan Provinsi Lampung. “Di sini kami tinggal dirumah warga, mengikuti kegiatan warga sehari hari, sekaligus menggali kearifan lokal yang ad di Cikubang,” jelasnya

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina Raisuz zaman saat ditemui di Saung Sabalad Pangandaran  SMK Bakti Karya Dusun Cikubang, Selasa (13/2/18) mengatakan, bahwa dipilihnya Kelas Multikultural SMK Bhakti Karya dalam kegiatan Jenjang Tiga serta pengabdian Masyarakat, adalah kesamaan Visi antara Universitas Paramadina dengan SMK Bhakti Karya yang mengedepankan nilai nilai perbedaan dan kemanusiaan.

Raisuz Zaman Sekjen Mahasiswa Universitas Paramadina

“Dalam bidang pengabdian Masyarakat sendiri, Mahasiswa yang langsung terjun ke Lahan Lahan Pertanian Warga dibina dan mendapatkan penyuluhan dari para Petani. Sementara guna menguatkan nilai Paramadina dalam aksi nyata ini seluruh Mahasiswa dipondokan di Rumah Rumah Warga sekaligus berbagi pengalaman , dari masalah Sosial Keagamaan sampai Sosial Kemasyarakatan,”  menurut Raisuz Zaman

Di sekolah berbasis Multikultural SMK Bakti Karya ini. Lanjut Raisuz Zaman, nantinya akan dibangun yang namanya “ Paramadina Corner “ dimana sebuah laboratorium Kebhinekaan bekerjasama dengan pihak pengelola Kelas Multikultural SMK Bhakti Karya. Laboratorium ini berfungsi untuk penelitian Kebudayaan, Kebhinekaan, dan Pendidikan.(knd)