Survey Sebut Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien Tertinggi, Tunggu Apa Lagi?

DANIEL GOLKAR

Beberapa hari lalu, salah satu lembaga survey, yakni Poltracking mengeluarkan hasil rilis survey terhadap bagaimana hasil Pilkada Jawa Barat 2018. Hasil survey Poltracking, menyebutkan mengenai persepsi dan perilaku masyarakat Jawa Barat dalam Pilkada 2018. Survey tersebut dilakukan pada  10 – 15 November 2017, dengan 1200 responden menghasilkan 3 kesimpulan utama. Ketiga kesimpulan tersebut masih dominan menempatkan Cagub Jabar Ridwan Kamil dalam posisi teratas dengan segala metode survey.

Pertama disebutkan jika, elektabilitas Ridwan Kamil masih menempati posisi paling tinggi dibandingkan kandidat Cagub lainnya, dalam pertanyaan spontan, RK mendapatkan angka 24,2% disusul 2 kandidat potensial lainnya, Deddy Mizwar dengan angka 7,1% disusul tempat selanjutnya, Dedi Mulyadi yang juga merupakan salah satu figur yang dianggap potensial, hasil surveynya disebutkan stagnan pada angka 4,3% dan nama-nama kandidat lainnya. Dari gambaran survey tersebut RK akan terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat apabila Pilgub digelar sekarang.

Temuan dan kesimpulan dalam survey ini juga menemukan nama Daniel Muttaqien kader Golkar yang di pasangkan dengan RK mendapatkan angka 10,6%, unggul dalam simulasi 3 kandidat calon wakil gubernur lainnya, yakni, Akhmad Syaikhu di tempat kedua dengan 8,2% dan Cucu Sukarno yaitu Puti Guntur Soekarno di posisi nomor 3 dengan 5,4%, hal ini menggambarkan pencalonan Daniel membawa dampak meningkatnya popularitas dan elektabilitas Daniel secara eksponensial. Hal ini juga adalah hasil dari pergerakan Daniel bersama mesin Partai Golkar di Jawa Barat yang langsung bergerak serentak pasca pemberian SK Rekomendasi dari DPP Golkar untuk mendampingi Ridwan Kamil beberapa minggu lalu.

Dan temuan atau kesimpulan terakhir adalah, dalam survey ini disebutkan bahwa Pasangan Cagub-Cawagub Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien mempunyai hasil elektoral yang jauh lebih besar di bandingkan dengan pasangan lain, simulasi dengan 3 pasangan kandidat, pasangan RK Daniel masih menunjukkan sebagai pasangan yang memiliki elektabilitas  paling tinggi dengan angka 37,0% disusul oleh pasangan Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu  di angka 24,3% dan tempat ketiga adalah pasangan Dedi Mulyadi – Puti Guntur Sukarno dengan angka 7,0%.

Dan apabila dilakukan simulasi head to head antara RK Daniel melawan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu, pasangan RK Daniel unggul dengan 39.4% dan pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu 25,8%. Tentu saja gambar ini adalah kabar menggembirakan bagi RK Daniel dan para Partai Politik yang mengusung dan mendukung mereka.

Ketiga kesimpulan tersebut adalah hasil survey dengan gambaran analisa yang menempatkan Pasangan RK Daniel menjadi pasangan terkuat dengan peluang memenangkan pilkada Jawa Barat 2018 paling tinggi.

Dari ketiga temuan hasil survey tersebut, dapat ditarik kesimpulan mengenai kondisi pertarungan Pilgub Jabar 2018. Kesimpulan terbesar adalah Ridwan Kamil masih belum terkalahkan dalam perolehan hasil survey dan konsisten menjuarai hasil survey. Kesimpulan kedua adalah, Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien merupakan figur yang memiliki survey paling ideal dengan mengalahkan perolehan survey pada segala simulasi survey. Dengan adanya kesimpulan yang demikian dan diperkuat dengan angka yang ilmiah berdasar metode survey, maka Ridwan Kamil harus sesegera mungkin menjadikan Daniel Mutaqien sebagai Cawagub Jabar.

Perlu diingat proses pendaftaran pasangan Cagub dan Cawagub Pilkada Jabar 2018 tinggal menghitung minggu, tantangan terbesar buat pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien adalah restu dan keputusan resmi dari para partai koalisi pengusungnya. Pasalnya, kondisi akhir-akhir ini membuat kepastian mengenai pasangan calon ini mengalami sedikit dinamika berkenaan dengan kesepakatan partai koalisi yang masing-masing partai juga menyerahkan nama calon untuk damping Ridwan Kamil.

Sementara ini, para partai politik pendukung RK masih mencari format yang paling pas untuk menentukan cawagub buat RK. Malah sebagian partai koalisi melihat Ridwan Kamil harus melakukan konvensi secara terbuka guna menentukan Cawagub. Dilihat dari angka surveynya atau dilihat dari besarnya angka prosentasi kursi dukungan, maka sebetulnya tidak perlu lagi diadakan konvensi menentukan Cawagub, hanya tinggal sikap Ridwan Kamil saja yang harus tegas memberikan Cawagub pada Daniel Mutaqien.

Tentu RK dan Partai Politik pendukungnya tidak boleh berlama-lama untuk menetapkan dan memutuskan cawagub terbaik buat RK, mereka juga tidak boleh menutup mata kepada hasil survey yang telah gamblang menunjukkan bahwa pasangan RK Daniel adalah pasangan serasi yang terkuat dan berpeluang paling besar untuk memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah bagaimana dinamika dukungan kepartaian. Pasalnya, Golkar yang memiliki kursi terbanyak diantara partai koalisi lain, telah mendorong Daniel Mutaqien mendampingi Ridwan Kamil bisa saja menarik dukungan atau usungan terhadap RK jika Daniel Mutaqien tidak dijadikan Cawagub. Hal ini terbaca dari isyarat para petinggi Golkar di tingkatan DPD Jabar maupun DPP Partai Golkar.

Ridwan Kamil pasti akan mengalami kerugian dan berpotensi kalah, karena kehilangan salah satu sumber daya yang memiliki kekuatan berimbang dan lengkap jika kehilangan dukungan dari Golkar. Untuk persoalan yang satu itu, Golkar pasti akan tanpa kompromi dan tidak segan-segan untuk menarik dukungan, karena posisi tawar Golkar terhadap Ridwan Kamil adalah yang tertinggi dibanding partai lain. Lalu sampai kapan RK coba bermain waktu dengan Golkar dan Daniel Mutaqien?