Tanggapan Ridwan Kamil Mengenai Isu Perubahan Rekomendasi Golkar Pada Pilgub Jabar

DANIEL GOLKAR

Bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018 Ridwan Kamil mengatakan tidak akan permasalahkan statement Ketua DPD 1 Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyebut perlu adanya evaluasi rekomendasi calon Gubernur yang diusung Golkar.

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, munculnya dinamika di Partai Golkar terkait ditetapkannya Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka dikembalikan kepada mekanisme institusi partai. Hal itu memang telah menjadi keputusan Golkar secara institusi. Bukan lagi mengenai keputusan pribadi.

“Saya berterima kasih kepada Golkar sebagai institusi atas keputusan mendukung. Karena, mendukung saya kan sebagai institusi, bukan pribadi. Jika ada dinamika baru maka saya serahkan kepada mekanisme partai,” jelas Emil di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Kota Bandung.

Emil menegaskan, sesuai dengan apa yang disampaikan Sekjen Golkar Idrus Marham, keputusan Golkar dalam mendukung dirinya maju telah dikeluarkan bersama Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan atas nama institusi. Sehingga, jika terjadi perubahan rekomendasi dukungan calon gubernur Jabar akan diserahkan di level institusi.

“Dinamika-dinamika itu pasti ada. Jadi jika ada perubahan silakan saja, tapi dilakukan di level institusi bukan pada usulan pribadi, setiap orang kan berhak mengajukan usulan, tapi masalahnya apakah akan diterima institusi atau tidak,” ujar dia.

Emil kembali menegaskan, kemenangan dalam ajang pilkada ditentukan oleh sosok figur, bukan ditentukan institusi partai pendukung. Hal itu pernah terjadi saat Pilwalkot 2013.

Dia menjelaskan, ketika bertarung pada kontestasi Pilwalkot Bandung 2013, sejumlah partai mengalami penurunan kursi saat pemilihan legislatif (pileg). “Dulu partai-partai pengusung saya saat menang di pilwalkot justru turun pas di pileg. Artinya, masyarakat bisa memilah. Kalau persoalan pilkada maka isu figurnya yang dilihat. Nah, jika isunya pada kepartaian maka masyarakat akan melihat juga,” ujarnya.

Emil mengaku, saat ini sedang berupaya fokus dalam mengompakkan partai koalisi dalam menentukan calon wakil gubernur Jabar di Pilgub 2018. Namun jika ke depan terjadi perubahan, akan dihadapi dan dijalani.

“Saya serahkan kembali dengan dinamika baru kepada mekanisme institusi. Saya hari ini sedang fokus untuk mengompakkan koalisi khususnya terkait isu bagaimana memilih wakil yang akan mendampingi nantinya,” ujar dia.