Tidak Ada Intrik, Daniel Mutaqien Siap Merajut Golkar Jabar Untuk Hadapi Pilgub

dedi daniel golkar

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar untuk memilih Ketua Umum Baru pengganti Setya Novanto kabarnya akan segera digelar. Namun, selain isu pergantian ketua umum partai berlambang pohon beringin itu, rekomendasi Golkar di Pilgub Jabar yang sebelumnya memilih Ridwan Kamil pun dikabarkan bisa dievaluasi.

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjadi salah satu figur yang memunculkan wacana mengenai evaluasi ini. Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid menilai rekomendasi pada prinsipnya sulit untuk diubah, karena keputusan sudah diambil dalam rapat Pilkada.

Artinya keputusan tersebut sudah melalui mekanisme kepartaian dan telah mendapatkan legitimasi kelembagaan. Oleh karena itu, siapapun ketuanya nanti, tidak akan memengaruhi rekomendasi yang telah ditentukan DPP.

“Kecuali nyelundup. Kebijakan yang sesuai dengan mekanisme, siapa pun Ketum tidak bisa ganggu gugat. Rusak itu partai nanti kalau kebijakan pendahulunya diubah-ubah,” kata Nurdin.

Pengecualian yang dimaksud Nurdin adalah pengubahan yang tidak melalui sistem. “Kecuali kebijakan oknum ya yang tidak melalui sistem. Nah, itu bisa saja, bisa ditinjau. Tapi kebijakan sesuai dengan sistem tidak bisa,” ucapnya.

Namun pendapat yang berbeda muncul dari Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono. Menurut dia, rekomendasi untuk Ridwan Kamil maju di Pilgub Jabar bisa saja dievalusi karena Golkar terbuka terhadap segala kemungkinan.

“Selama tidak ada hal-hal yang memecah belah kader di daerah, maka tidak ada masalah. Meski sudah ada keputusan-keputusan sebelumnya, kami tetap terbuka untuk melakukan evaluasi,” kata Agung.

Daniel Mutaqien Ingin Segera Temui Dedi Mulyadi

Mengenai polemik tersebut, Daniel Mutaqien mengaku tidak ambil pusing terkait rencana evaluasi keputusan Partai Golkar jika terjadi perubahan pucuk pimpinan. Malah baginya yang terpenting sekarang adalah meningkatkan elektabilitas dan melakukan komunikasi yang intens dengan Ketua DPD 1 Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.

Terhadap hal itu, Daniel mengakui belum menjalin komunikasi secara langsung dengan Dedi Mulyadi selaku ketua DPD Golkar Jawa Barat. Alasannya, karena Dedi tengah disibukkan dengan rencana Munaslub Golkar.

“Akhir- akhir ini Pak Dedi disibukkan Munaslub, ini masalah waktu saja. Tapi, pasti akan berkomunikasi dengan beliau,” dijelaskan Daniel.

Anggota DPR RI ini memastikan tidak ada gesekan atau intrik dengan Dedi Mulyadi. Meskipun, Dedi sempat digadang-gadang menjadi kandidat kuat calon gubernur Jabar sementara di sisi lain ternyata Daniel Mutaqien lah yang ditunjuk Partai Golkar untuk bertarung di Pilgub Jabar.

Menanggapi hal tersebut, Daniel Mutaqien menyebut Dedi Mulyadi adalah kakak yang telah mengajarkan politik kepada dirinya. Sehingga tidak mungkin ada clash atau intrik antara keduanya.

“Saya anggap beliau sebagai kakak saya, saya banyak belajar politik kepada beliau. Adik ke kakak sudah sepantasnya minta saran langkah selanjutnya seperti apa. Masukan saja mungkin, beliau banyak tahu tentang Jawa Barat dan minta doa restu juga,” tuturnya.

Disinggung mengenai penolakan sebagian kader Golkar yang tidak ingin Daniel maju, dia mengaku tidak mempermasalahkannya karena dalam dunia politik hal tersebut sebagai dinamika.

“Saya pikir di dalam dunia politik ada dinamika, buat saya wajar. Kalau terganggu secara pribadi tidak, semua masih waja-wajar saja,” ujarnya.