Wagub Banten Dari Golkar Bicarakan Kerjasama Ekonomi Dengan Para Diplomat

andika diplomat

Wakil Gubernur Banten yang juga merupakan kader muda Golkar, H. Andika Hazurmy mengungkapkan mengenai potensi Provinsi Banten di hadapan diplomat dunia pada Regional Diplomatic Meeting di Nirwana Resort, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Andika mengajak seluruh diplomat dari negara sahabat untuk melihat Provinsi Banten sebagai wilayah yang memiliki potensi secara ekonomis atau bisa disebut sebagai daerah yang “investment friendly”.

“Mulai dari faktor populasi penduduk yang mencapai 11 juta jiwa, geografis, potensi pariwisata, agrikultur, bahkan adat budayanya. Posisi Banten juga termasuk strategis karena berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I,” ujar Andika.

Andhika juga  menjelaskan, sejauh ini Pemprov Banten sudah melaksanakan kerja sama dengan sejumlah negara sahabat. Misalnya saja Australia yang telah bekerja sama dalam bidang penggemukkan ternak sapi dan Korea dalam membangun Viaduct Karian yang diproyeksikan pada waktu mendatang akan menjadi salah satu bagian penting dalam pengadaan suplay air bersih di seluruh Pulau Jawa.

“Kami berharap bisa terus menjalin kerja sama dengan semua pihak, dalam berbagai bidang dan sektor tentunya, untuk kemajuan masyarakat Banten,” tutur Andhika.

Pada kesempatan tersebut, Andika juga menyatakan, untuk mengakselerasi dan mendukung program pemerintah pusat dalam upaya pemerataan pembangunan, termasuk laju pembangunan di wilayah Sumatera, menjadi masuk akal bila kita semua dapat melihat kembali rencana soal pembangunan Jembatan Selat Sunda. Andika menyebut hal itu sebagai bagian penting dalam menyambungkan dua koridor ekonomi Indonesia dalam kawasan geografis yang strategis, yakni kawasan Sumatera dan Jawa.

Paparan Wagub Banten mendapat respons baik dari para diplomat. Salah satunya dari Kerajaan Denmark yang secara khusus menyatakan akan mengadakan pembicaraan khusus yang sifatnya produktif dengan Pemerintahan Provinsi Banten.

Regional Diplomatic Meeting (RDM) adalah event yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. Pada prinsipnya, RDM bertujuan untuk mempertemukan langsung antar pemerintah daerah dengan negara-negara sahabat. Sehingga nantinya dapat berlangsung kerjasama strategis yang menguntungkan kedua pihak, yakni daerah dan Negara investor.